Tuesday, July 3, 2018

Fotografi : Mengenai Aperture Yang Harus di Ketahui


Satu lagi hal esensial mengenai fotografi yang perlu anda kenali, ia adalah aperture. Apa itu aperture, apa fungsinya dan bagaimana menggunakannya? Berikut ulasannya.


Apa itu aperture?

Aperture adalah bagian dari kamera yang digunakan untuk mengatur besar kecilnya cahaya yang masuk dan digunakan untuk kamera. Aperture akan menentukan besar kecilnya pembukaan lensa karena sehingga akan mempengaruhi banyaknya cahaya yang masuk. Nilai aperture dimulai dari f/2.8, f/4 dan seterusnya.
Nilai dari aperture yang makin kecil artinya makin besar pembukaan lensa yang dilakukannya. Salah satu yang sering kali membuat orang bingung adalah besar kecilnya nilai aperture. Dalam ukuran aperture, makin besar angka pembaginya artinya makin kecil nilai aperturenya. Misalnya f/2 dengan f/22, nilai f/2 mungkin terlihat lebih kecil dibandingkan dengan f/22 tapi sesungguhnya nilai ini lebih besar di lihat dari pembukaannya. Aperture f/2 akan membiarkan cahaya lebih besar masuk dibandingkan dengan f/22. 

Hubungan DOF dengan aperture

Sesungguhnya tujuan dari penggunaan aperture adalah untuk mengatur DOF dari sebuah jepretan yang anda lakukan. Apa itu DOF? DOF adalah singkatan dari Depth of Field. DOF merupakan sebuah definisi dari lebarnya fokus yang akan anda ambil pada kamera anda. Makin besar DOF maka makin besar fokus yang akan anda ambil di kamera anda. Makin kecil DOF maka anda makin menyempitkan area fokus anda. Hasilnya akan ada bagian-bagian yang blur untuk gambar anda. Jika anda gemar memotret dengan latar belakang blur, maka anda perlu belajar lebih dalam mengenai DOF dan juga aperture. 

Lalu apa hubungan aperture dengan DOF? Hubungannya adalah makin besar aperture maka makin kecil DOF yang anda miliki pada hasil jepretan anda. Ketika anda mengatur kamera anda dengan aperture yang tinggi maka makin kecil area fokus yang akan dihasilkan sehingga membuat makin besar area blur pada frame jepretan anda.

Bagaimana penggunaannya?

Sebetulnya meski sudah dijelaskan masih banyak orang yang kebingungan mengenai besar kecilnya nilai aperture. Tapi jika anda langsung mencobanya anda akan akan lebih terbiasa dengan konsep besar kecilnya nilai aperture dan hasilnya. Sekarang pertanyaannya kapan anda harus menggunakan aperture yang tinggi dan aperture yang rendah?

·  Menggunakan aperture tinggi

Aperture tinggi artinya makin rendah DOF dan makin rendah nilai DOF maka fokus makin sempit sehingga area blur makin luas. Jenis penggunaan aperture tinggi ini akan sangat cocok jika anda gemar mengambil objek foto berupa benda atau ingin memfokuskan pada satu hal. Sangat cocok untuk anda yang hobi mengambil gambar dengan style makro.
·  Menggunakan aperture rendah

Nilai aperture yang rendah artinya nlai DOF-nya tinggi dan fokus makin luas. Jenis aperture ini akan sangat cocok jika anda gemar mengambil gambar landscape. Pemandangan atau sedang traveling? Jenis aperture ini akan sangat cocok untuk mengabadikan perjalanan anda.